Anggota DPRD Muara Enim, Ponira : Proyek Jembatan Desa Gumai Segera Dikaji Ulang Dan Perlu Dibongkar

  • Whatsapp

INDOSIBER.ID – Proyek pembangunan jembatan di Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2021 didesak anggota DPRD Dapil lll Kabupaten Muara Enim untuk dibongkar.

Pasalnya, proyek jembatan yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dinilai tidak sesuai harapan masyarakat khususnya warga Desa Gumai itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Ponira salah satu Anggota DPRD Dapil lll Kabupaten Muara Enim dari Fraksi Partai Gerindra tersebut, menyatakan ketegasan nya agar proyek jembatan ini segera dikaji ulang dan bila perlu dibongkar karena tidak sesuai harapan masyarakat.

Dikatakan Ponira saat sidak serta memonitoring proyek jembatan Desa Gumai tersebut, bahwa sebagai wakil rakyat kami telah mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa proyek jembatan Desa Gumai ini dikerjakan tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB), serta diragukan kekuatan nya .

“Aspirasi rakyat telah kita tampung atas usulan saat itu agar desa Gumai punya jembatan penghubung dan usulan telah kita perjuangkan hingga menghasilkan proyek jembatan.”

“Namun pada saat pembangunan sang pelaksana pemenang proyek tersebut justru membangun tidak sesuai harapan masyarakat dan ini patut kita tegaskan,” ungkap Ponira, saat sidak kelokasi proyek jembatan Gumai tersebut Selasa (28/09/21).

Ditegaskan Ponira, bahwa meminta dinas terkait untuk segera turun kelapangan mengecek kondisi proyek jembatan yang tidak sesuai ini.

Apalagi sambung Ponira , bahwa anggaran untuk proyek ini tidak sedikit tapi hasilnya mengecewakan dan meminta kepada pemerintah untuk melakukan penundaan pembayaran kepada pelaksana lroyek tersebut,sebelum ada perbaikan maupun pengkajian.

“Jangan asal bangun dan cepat dibayar tanpa melihat kualitas serta kondisi jembatan yang tidak sesuai RAB.”

“Dan kami sebagai Wakil Rakyat menampung aspirasi rakyat meminta pihak terkait untuk turun dan Cek ulang proyek jembatan ini,” tegas Ponira.

Ditambahkannya, bahwa awal usulan proyek sebetulnya panjang jambatan 100 meter dan disepakati menjadi 70 meter namun fakta dilokasi menjadi 60 meter.

Begitupun lebar jembatan usulan 2 meter saat kita ukur menjadi 1/2 meter serta sambungan pengelasan eletkroda tidak rapi ditambah lagi papan proyek juga tidak transparan dan lantai jembatan platnyapun tidak menggunakan Plat Bordes.

“Sidak kelokasi proyek cukup lama dalam menampung aspirasi masyarakat atas keluhan warga dan jangan ada persepsi lain karena ini murni untuk masyarakat,” pungkas perempuan Berjilbab itu.

Penulis  : Junai

Redaksi : Suprayogi





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *