Kasus Suap Dan Pungutan Liar, Mengkhianati Nilai-Nilai Pendidikan

  • Whatsapp
Ari Budi Pratama (Ketua Bidang Hikmah dan Hubungan antar lembaga Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang) (Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah)
Ari Budi Pratama (Ketua Bidang Hikmah dan Hubungan antar lembaga Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang) (Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah)

INDOSIBER.ID – Salah satu faktor dalam kemajuan sebuah negara adalah pendidikan. Ia adalah saham kemajuan bangsa. Pendidikan yang baik menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Sebaliknya, pendidikan yang korup dan jauh dari nilai-nilai kebaikan akan menciptakan SDM yang memprihatinkan. Dalam hal ini tentu pendidikan sebagai pencetak SDM yang mumpuni harus diwujudkan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Namun sampai saat ini banyak anak bangsa yang belum mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan oleh kondisi pendidikan di Indonesia yang masih memiliki banyak permasalahan.
Mulai dari sarana prasarana, SDM yang belum handal, hingga persoalan korupsi.

Seperti dengan kasus yang sedang heboh sekarang, orang nomor satu di Universitas Lampung (Unila) yang memanfaatkan posisinya untuk menggerogoti uang orang tua mahasiswa dengan cara menjanjikan agar anaknya dapat masuk di PTN yang ia pimpin. Prof, Dr.Karomani (Rektor Unila ) diduga mendapatkan suap berkisar Rp 100 juta hingga Rp 350 per mahasiswa pada seleksi mahasiswa baru. Kemudian ada kasus Pungutan Liar di SMK N 5 Bandung, dengan alesan uang sumbangan dan iuran pramuka.

Perbuatan ini adalah bentuk tindakan tidak etis yang mengkhianati nilai-nilai pendidikan, imbas dari liberalisasi pendidikan besar yang menggerogoti nurani elit dan akademisi.

Di era ini, pelajar dan mahasiswa harus mendapatkan pendidikan yang layak. Biaya pendidikan yang mahal, apalagi penuh korup, menciderai cita-cita tulus bangsa ini untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata. Pelajar dan mahasiswa justru tidak boleh merasa down untuk tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri.

Untuk itu, kami organisasi pelajar sangat menyayangkan kejadian suap terhadap Rektor Unila dan Kasus kepala Sekolah di SMK N 5 Bandung tersebut. Hal ini membuat pendidikan semakin menakutkan, bukan semakin mensejahterakan.

Kami juga meminta kepada pihak berwenang agar pelaku dapat diadili dengan seadil-adilnya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Ari Budi Pratama
(Ketua Bidang Hikmah dan Hubungan antar lembaga Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang)
(Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah)





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *