Pemandu Lagu King Karoke Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya!

  • Whatsapp

INDOSIBER.ID – Pekerja pemandu lagu ( PL) Rohma Yanti (31) meninggal dunia di rumah/ mess yang beralamat di Perumahan Green City Dusun 4 Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim.

Korban yang bekerja tempat hiburan King Of Karaoke Entertainment yang terletak dijalan lintas Palembang depan SPBU Kepur diduga karena OD (Oper Dosis) akibat miras  (minuman keras) saat sedang dicas oleh tamu di Rom 3 King Of Karaoke Entertainment tersebut.

Bacaan Lainnya

“Hal ini dikatakan oleh salah satu rekan kerja korban, bahwa dirinya bersama rekan lainnya termasuk korban sedang menemani tamu diroom 3 (tiga), sebelum bekerja pada sore harinya semuanya sempat memakan buah durian dikontrakan.”

“Kami makan durian bersama, malamnya kita bekerja dan menemani tamu seperti biasa, termasuk minum miras jenis Soju dan Am, ( anggur merah) tapi pada saat dirinya beserta korban menemani tamu di room tiga (3), dan diduga korban terlalu banyak meneguk miras yang membuat sikorban tidak sadarkan diri ( mabuk berat),”ujarnya.

Ditambahkan SL, karena korban banyak minun miras akhirnya mabuk dan di istirahatkan di ruangan khusus LC, sementara dirinya masih tetap bekerja menemani tamu, “korban banyak minum sehingga mabok berat,” bebernya.

“Ditambahkan juga oleh MR yang juga rekan kerja korban, memang beberapa hari sebelumnya korban sedang sakit dan sempat tidak masuk kerja. Dan semalam (22-8-2022,red) masuk bekerja lantaran tubuhnya sudah mulai fit kembali.

“Sore hari sebelum sempat bekerja kita semua makan buah durian bersama dan si korban ikut makan,” ujarnya.

Sementara itu, manager usaha King Karaoke Muhammad Holdun dalam keterangan nya yang didampingi oleh tim forensik Polres Muara Enim mengatakan, bahwa korban bernama Rohma Yanti (31) berdomisli Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin telah bekerja di King Karaoke kurang lebih 1 Bulan. Almarhumah sebelum meninggal dunia memang sempat tidak masuk bekerja dikarena sakit dan kemaren, (22-8-2022’red) sempat makan buah durian bersama rekan kerjanya di rumah ini. Dan malamnya pun langsung bekerja seperti biasa menemani tamu.

“Memang sempat sakit, kemarin makan buah durian dan semalam langsung bekerja karena kata almarhumah kondisinya sudah fit,” kata Kholdun.

Lebih lanjut dikatakan Kholdun, almarhumah sempat dicas oleh tamu di room tiga (3), mungkin karena ikut minum alkohol jenis bir dan juga ditambah minun obat dan makan buah durian membuatnya mabuk dan diistirahatkan di ruangan khusus LC.
Dan pada pukul 03:00 dini hari, ia (Kholdun) mengantar korban ke rumah / mess ini dan pada saat itu korban masih bernafas walaupun sedang mabuk dan dirinya langsung pulang.

“Pagi ini ditelpon oleh rekan korban bahwa Rohma telah meninggal dunia. Dan korban meninggal dunia bukan dalam posisi OD, melainkan karena sakit,” tegasnya.

Terpisah, kepala Desa Muara Lawai Edi Wansri mengatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa korban tinggal di perumahan Green City dusun 4 ini, dan mendapatkan informasi ini dari kadus serta RT setempat.

“Saya baru mengetahui bahwa disini ada rumah atau mess para pekerja King Karaoke, dan mendapatkan konfirmasi ini pun dari saudara kita Kadus dan RT,” ujarnya.

(Junai)





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *