Indosiber.id,Medan ll Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) gelar Rapat Pleno, Latihan Kepemimpinan dan Mangemen Organisasi dengan thema: “Advokat Benteng Keadilan dan Peradaban Moral Bangsa”. Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 15.00-18.00Wib dan diikuti sebanyak 30 anggota PASU bertempat di Hotel Madani Jl. SM Raja/Amaliun No. 1 Medan pada Sabtu (26/11/2022).
Bertindak sebagai Narasumber adalah Drs. Syamsir Alam Lubis, MM, Politisi Partai UMMAT, Pengamat Sosial Budaya dan Praktisi UMKN. Sedangkan Moderator adalah Sudirman Naibaho, SH, Bendahara Umum PB-PASU.
Drs. Syamsir Alam Lubis, MM memaparkan, keadilan akan terwujud kalau tidak ada kezaliman, sebab itu peradaban harus tinggi, tandanya masyarakat berperadaban itu berilmu, kalau berilmu pengetahuan pasti terdidik dan beradab.
“PB PASU saya lihat bagus, saya mengikutinya lewat wa grup maupun facebook, kenapa saya katakan bagus, karena saya lihat ada gebrakannya. Nah, dalam menjalankan amanah organisasi, harus kita pahami visi-misinya. Jadi, disamping peradaban yang tinggi, ahlak juga penting, bahkan di negara kita ahlak sekarang menjadi barang sulit”.
Saya sangat berbangga terhadap PASU, karena saya lihat PASU organisasi beraklak. Ahlak itu kata ustad Adi Hidayat adalah hasil ubudiyah, yaitu amal kita, shalat kita, shalat malam dan shalat sunat lain kita, kalau berilmu tentu akan menghasilkan ahlak dan adab.
Satu lagi adalah kudwah atau gagasan-gagasan yang terencana, kita dari PASU bisa melakukan resolusi terhadap sebuah UU yang tidak pas, sebut saja misalnya UU KPK itu lemah. Terakhir yang terpenting, saya mengapresiasi PASU sebagai penegak hukum. Advokat sebagai penegak hukum memang ada jaminan dari UU bahwa Advokat tidak bisa dituntut dipengadilan, itu hak imuntas namanya, tapi jangan karena hak imunitas itu lalu kita bicara sembarangan, karena itulah yang saya maksud tak beradab. Hemat saya kalau pengacara PASU ini amanah dan profesional maka Allah akan mudahkan kebaikan untuk negara kita, pungkas Syamsir.
Eka Putra Zakran, SH MH atau akran disapa Epza dalam pidato iftitahnya menyatakan, Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi merupakan program kerja Bidang Pengembangan Organisasi, SDM dan Penataan Anggota.
“Latihan kepemimpinan dan manajemen organisasi penting dilaksanakan dalam rangka konsolidasi dan penguatan internal di PB-PASU. Kegiatan ini merupakan program bidang pengembangan organisasi, SDM dan penataan SDM, sebutnya.
Terpisah, Muhammad Irfan Batubara, SH, Direktur Informasi dan Komunikasi PB PASU menyatakan, sebelum latihan kepemimpinan di mulai, sekitar pukul 13.00-14.00 Wib, Pengurus terlebih dahulu menggelar rapat Pleno Reshuffel dan pengesahan perubahan nomenklatur jabatan.
“Ya, tadi Pengurus PASU ada menggelar Rapat Pleno Reshuffel pengurus dan perubahan nomenklatur jabatan sejak pukul 13.00-14.00 Wib, jadi ada perubahan struktur dan nama-nama. Hal ini dilakukan semata-mata untuk penyegaran dan penyesuain kebutuhan di internal PB PASU, thema pleno ini adalah “Rekonsiliasi Menuju Sukses Bersama”, ujarnya.
Lebih jauh Irfan membeberkan, ada beberapa keputusan strategis terkait hasil pleno hari ini diantaranya menetapkan Dr. Citra Ramadhan, SH MH sebagai Ketua Dewan Pengawas, karena dianggap telah berjasa terhadap PASU, kedua menetapkan Amiruddin Pinem, SH sebagai Sekretaris Jenderal karena dianggap sebagai tokoh iconik yang telah mengahrumkan nama PASU diruang publik. Selain itu, menetapkan Dewan Pengurus yang terdiri dari 16 Pengurus Inti dan 22 Non Pengurus Inti yang terdiri dari 11 Direktur, 11 Sekretaris Program, termasuk menetapkan Panitia Milad Ke-1 PB PASU dibawah komando Imam Rusyadi Pangat, SH serta mentanfidzkan program kerja dalam bentuk surat keputusan, tandas Irfan.







