INDOSIBER.ID – Sering terjadinya pencurian buah sawit yang terjadi akhir – akhir ini membuat resah para petani sawit utamanya petani sawit kampung VII Desa Karang Raja kecamatan Muara Enim kabupaten Muara Enim.
Pencurian tidak memandang waktu lagi, bisa siang , malam bahkan diwaktu subuh, akibatnya disamping kehilangan buah sawit, pohon jadi rusak akibat , pelepah yang di potong sembarangan.
Sebut saja Nanda (nama disamarkan ), ia menuturkan kepada media, hampir tiap hari sawit nya hilang diduga dicuri orang, itu bisa dilihat dari ketika saya ke kebun bisa 5 sampai dengan 10 pohon yang diduga dicuri. Menurutnya diperkiraan jumlah sawit yang diduga dicuri mencapai 100 sampai dengan 150 kg.
Hal senada juga dikatakan oleh Fahri (nama disamarkan ) ketika media mendatangi mengatakan bahwa sawit aku rusak gale, pelepah berserakan, nak lemak bae, tiap hari empat sampai lima batang sekali maling. Cakmano dak habis buahnyo, ujarnya dengan nada geram kepada media Senin (21/2/22).
Menurut petani – petani tersebut pencurian sudah terjadi sekitar 2 bulan terakhir ini. Seiring dengan harga sawit mulai merangkak dari dari Kisaran Rp 1.500/kg hingga belakangan mencapai Rp 2.800/kg.
Pantauan media ke beberapa kebun sawit terlihat pelepah yang masih sehat bekas panen maling berserakan dan terkulai tidak jauh dari pohonnya.
Namun sebelumnya Camat Kota Muara Enim, Syarifudin, AP MSi ketika dihubungi mengatakan hal ini nanti kita koordinasikan dengan pihak kepolisian dan kadesnya. “Nanti saya sampaikan”, tuturnya melalui via WhatsApp pada tanggal 25 Januari 2022 yang lalu.
Sementara itu diwaktu yang berbeda, Kades Karang Raja, Okta mengatakan, bahwa dirinya belum mengetahui hal tersebut karena belum ada yang melapor kepadanya.
“Saya belum tau krn belum ada laporan dari Warga maupun Kadus nya.”, ujarnya singkat melalui via whatshap nya pada tanggal 7 Pebruari 2022 yang lalu.
Dengan kejadian masyarakat berharap agar pihak terkait dapat menangkap pelaku pencurian maupun penadahnya, karena kalau tidak ada penadah pencurian tidak akan terjadi. (**)







