Gus Barra Hadir Dalam Pengajian Rutin 17 an Gus Imm Dengan Tema Problematika Budaya dan Agama Di Era Milenial

  • Whatsapp

Mojokerto,19 April 2022,Pengajian Rutin Gus Imm setiap tanggal 17 yang selalu diadakan di Bale Wedhar Mojokerto, Jawa Timur, Pengajian Ngaji Khasanah Budaya Mimbar Seribu Tokoh yang kemarin diadakan pada 17 April lalu,kali ini mengundang Gus Barra Wakil Bupati Mojokerto, yang mana tema dalam pengajian kali ini tentang Problematika Budaya dan Agama Di Era Milenial.

Seperti di sampaikan oleh Gus Barra di awal sambutannya.

“Alhamdulillah Gus Imm tadi sudah menyampaikan banyak hal terkait Nur Muhammad dan tema pengajian kali ini dengan judul Problematika Agama Dan Budaya Di Era Milenial yang membuat saya tertarik dan saya sempatkan untuk hadir di mimbar seribu tokoh di Bale Wedhar” kata pembuka dari Gus Barra.

Banyak sekali yang Gus Barra sampaikan pada malam pengajian 17an,mulai dari sejarah berkembangnya budaya dan agama islam,berkembangnya budaya dan agama Islam terutama di Indonesia yang kaya akan khasanah budaya.

“Budaya terlahir dari sekelompok orang yang mempunyai kesepakatan, dan kita adalah para pewaris budaya para peluhur kita, dimana Budaya itu sendiri mempunyai makna budi pekerti ” kembali Gus Barra menerangkan di tengah para jamaah pengajian yang hadir.

Gus Imm yang selalu mengembangkan ide ide agar antara Budaya dan Agama tetap tidak terpisahkan dan marwah Budaya itu sendiri tidak berubah karena perkembangan jaman, lewat kesenian musik Gus Imm mengajak dan menyampaikan pesan moralnya agar tetap berpegang pada agama dalam situasi dan kondisi di era milenial.

“Jika telah mendapatkan gelas yang najis, jangan langsung dibuang,masih bisa kita bersihkan untuk dipergunakan kembali “salah satu kutipan tausiyaah Gus Imm pada malam itu.

“Di Bale Wedar Ngaji Khasanah Budaya Mimbar Seribu Tokoh bukan sebuah perkampungan sekelompok orang yang suci dan para cendekia ataupun para akademis saja, semua boleh datang, kita duduk bersama, saling mengkoreksi untuk meminimalisir kekeliruan dan pemahaman dalam berbudaya dan beragama “Gus Imm kembali menerangkan.

“Saya memberikan kesempatan yang sama bagi semua masyarakat, mari duduk bersilah,lewat musik kebudayaan saya ingin merangkul generasi milenial agar tidak terpengaruh yang mengakibatkan nilai dan norma agama berubah karena perkembangan zaman” tandas Gus Imm.

Gus Imm selalu menyampaikan pesan dengan luwes dan gaya bahasa yang sangat sederhana,sehingga penyampaian Gus Imm sangat mudah diterima .
Gus Imm setiap menyampaikan pesan secara obyektif berdasarkan Dalil Aqli demikian pula secara Naqlinya,Dalil yang berasal dari Alquran Hadist yang merupakan Jalan Toreqoh.

Gus Imm menjelaskan jika seorang hamba Allah ingin menuju Pintu Gerbang Allah,cerdas dan bijaksana dalam menyampaikan dan menyikapi setiap permasalahan yang berhubungan dengan Kaidah Agama.

“Semoga setiap tausyiah dengan kalimat yang sederhana ,saya berharap bisa membuka hati para jamaah,dan energi positif yang akan memancarkan Nur Muhammad,menambahkan keimanan kita semua dan semakin mencintai kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW” tutur Gus Imm.

Bukan hal mudah menyampaikan tausiyah di depan para jamaah,kadang penyampaian yang kurang tepat menimbulkan pemahaman yang keliru,tapi tidak dengan Gus Imm,dengan istiqomah,tekun dan selingan guyonan menjadi ciri khas seorang Gus Imm dalam menyampaikan tausiyah, terlebih dengan orkestra musik yang dengan setia mengiringi lagu lagu religi yang beberapa lagu di ciptakan Gus Imm.

“Jika engkau melihat orang yang saat ini masih memegang botol minuman , jangan serta merta mengatakan dia seorang kafir ,mungkin Allah yang masih belum memberi Hidayah pada peminum itu, jika saat Ngaji Pitulasan terdapat jamaah masih dalam keadaan mabuk, dan saudara kita yang bertato ,justru kita yang belum bijak menyikapi agar bisa mengerti ,inilah cara Allah mengingginkan mereka untuk datang pengajian agar perlahan mereka mendapatkan hidayah” Gus Imm memberi contoh dengan pemahaman.

Pesan mendalam yang di berikan Gus Imm pada tausiyahnya.

“Untuk kita semua, jangan biarkan bangsa asing masuk ke rana budaya kita, sepatutnya dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai putra bangsa, menjaga dan terus melestarikan nilai budaya Indonesia , jangan pernah sedikitpun mengeser nilai budaya kita, marwah kebudayaan kita berdasarkan budi pekerti luhur, menjunjung tinggi moralitas Bangsa,Media Ngaji Khasanah Budaya Seribu Tokoh sebagai wadah dan sarana kita semua untuk menimba ilmu terutama pemantapan keimanan kita pada Allah dan memelihara kecintaan kita pada junjungan kita semua Nabi Muhammad SAW” pungkas Gus Imm sebagai penutup tausiyah nya.





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *