Bocah Tenggelam, Kepala BPBD Muara Enim : Tim SAR Terus Pantau

  • Whatsapp

INDOSIBER.ID – Dikabarkan seorang bocah lelaki atas nama Hensen Gia Wata (13) salah satu pelajar yang duduk dikelas 7 SMP negeri 1 Muara Enim asal Talang Jawa Kelurahan Pasar 3 Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim dikabarkan hanyut dan tenggelam terbawa arus Sungai Enim, Senin (12/06/23).

Dari informasi yang didapat bahwa bahwa pada sore hari korban bersama teman-temannya ( Paris, Vio dan Genta) mandi di Sungai Enim, tepatnya di tempat pemandian Kemayoran kelurahan Pasar 1 Muara Enim sekitar pukul 16.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Diduga saat mandi korban berenang terlalu jauh ke tengah dari tempat pemandian sehingga korban terbawa arus sungai sungai Enim yang deras dan tidak bisa kembali lagi ke tempat pemandian asal. Sehingga korban kehabisan tenaga, akhirnya korban tenggelam di sungai Enim dan sampai saat malam ini pada pukul 21:30 wib korban belum diketemukan.

Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim A.Razieq saat ditemui media pada malam ini dilokasi Sungai Enim mengatakan, “bahwa tim SAR yang terdiri dari BPBD, Damkar, Babinsa/Bhabinkamtibmas dan dibantu oleh warga telah berusaha semaksimal mungkin dan sampai saat belum juga diketemukan,”

“Sampai saat ini kita tetap selalu pantau titik lokasi dan seputaran sungai Enim, sekiranya malam ini belum diketemukan besok pagi tim gabungan dari perusahaan-perusahaan seperti dari PTBA, PAMA, SBS, serta ada yang dari Lahat akan terjun melakukan pencarian,” kata A.Razieq.

Sementara itu dilokasi yang sama, salah satu anggota DPRD kabupaten Muara Enim M.Candra, SH sangat prihatin atas kejadian ini.

“Saya sangat prihatin atas kejadian tenggelamnya anak berusia 13 tahun ini, semoga anak tersebut bisa ditemukan dan buat orang tuanya harus bersabar atas kejadian ini,” ucap M.Chandra di pinggiran aliran sungai Enim yang langsung terjun kelokasi pencarian pada malam hari ini, Senin (12/6/23).

(Redaksi)

 





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *