INDOSIBER.ID – Salah satu destinasi wisata di Bandar Lampung yang sering dikunjungi oleh masyarakat yaitu puncak Gunung Balau yang di Way Gubak, Panjang, Kota Bandar Lampung.
Di puncak Gunung Balau ada berbagai kedai makanan dan minuman serta panorama yang indah. Disana juga banyak pengunjung khususnya kaum muda mudi untuk mengambil poto dan video dengan suasana sunset yang indah saat sore hari, biaya masuknya pun terjangkau dengan harga 10.000 untuk sepeda motor.
Namun terdengar kabar bahwa ada salah satu dari pengunjung yang berasal dari luar kota Lampung mengabarkan bahwa ada oknum pedagang yang memanfaatkan situasi pengunjung dengan membengkakan harga makanan dan minuman disalah satu kedai serta dengan uang-uang tips yang lainnya.
Sebut saja Mr (39) seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Palembang, ia merasa tidak puas dengan pelayanan salah satu oknum pedagang kedai di Gunung Balau tersebut dengan membengkakan harga dan uang-uang tips lainnya yang sebelumnya tidak diberitahukan terlebih dahulu, Jum’at sore (12/4/24)
“Ya, saya kurang puas dengan oknum pedagang tersebut, karena yang dipesan datangnya lain apa yang diinginkan, terus harganya melambung tinggi tidak dijelaskan apa alasan tinggi tersebut, ucapnya kepada media.
Ditambahkannya lagi, “pelayanannya pun kurang begitu memuaskan yang intinya bagi saya pribadi merasa sangat dirugikan oleh oknum pedagang tersebut,” tambah Mr sambil melihatkan nota yang penuh coretan kepada media.
Lalu media langsung ke lokasi puncak Gunung Balau pemancar dan memastikan kebenaran dari salah satu pengunjung tersebut ke oknum pedagang yang telah dikasih tau letak kedainya.
“Maaf Bang, tadi ada salah satu pengunjung yang merasa dirugikan atas pelayanan yang lambat dari karyawan Abang dan juga yang dianggap harga sangat bengkak,” tanya media kepada oknum pedagang kedai tersebut sambil melihatkan nota ke oknum pedagang tersebut ditambah lagi ada salah satu bapak-bapak yang konplen karena lambatnya pesanan nasi goreng sedangkan anak nya sudah lapar karena menunggu terlalu lama
“Iya, mas saya jelaskan kata pedagang kedai tersebut,” kepada media.
“Ini sebenarnya mas, disini ada uang tips nya, ada uang kebersihannya, dan uang keamanannya,”
“Uang kebersihannya sebesar 20.000 dan uang keamanannya sebesar 20.000 serta juga uang tips (duduk/bangkunya),” kata oknum pedagang tersebut, Jum’at (12/4/24).
Lalu media bertanya, uang kebersihan tersebut disetorkan kemana? Lalu dijawab oknum pedagang tersebut uang itu disetorkan sekalian sewa tanah sedangkan uang keamanan (PK) tidak dijawabnya (tanpa ada bukti kwitansi yang katanya uang kebersihan dan uang keamanan)
Nah, jadi para calon para pengunjung harap berhati-hati dan tanya dulu sebelum makan minum di kedai Puncak Pemancar Gunung Balau Kota Bandar Lampung, takut nya pas mau bayar para pengunjung dikejutkan oleh uang-uang tips yang tidak diberitahukan sebelumnya oleh salah satu oknum pedagang yang memanfaatkan situasi.
Dan diharapkan pada instansi terkait hendaknya di sidak oknum pedagang (kedai) di Gunung Balau yang nakal agar para pengunjung tidak merasakan kecewa sehingga puncak pemancar Gunung Balau dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal di Lampung bahkan luar Lampung.
(Red)







