Porprov XIII : Kurang Sigapnya Tim Kesehatan Dilokasi Pertandingan

  • Whatsapp

INDOSIBER.ID – Sebagai tuan rumah Porprov Ke-XIII Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Raya mustinya sudah mempersiapkan semua sarana prasarana maupun faasilitas penunjang yang akan diperlukan dalam penyelenggaraan ajang olahraga bergengsi di Sumatera Selatan.

Kenyataannya dari hasil pantauan dan keterangan beberapa kontingen lain yang mengeluhkan bahwasanya,saat pertandingan masih berjalan,tidak adanya tim medis dan mobil ambulan yang siaga di arena pertandingan, seperti halnya pada pertandingan cabang olahraga Voli Pasir,Senin Sore (22/11/2021) di Pantai Bidadri Danau Ranau Oku Selatan.

Saat pertandingan tengah berjalan tiba tiba ada atelit Voli Pasir asal kontingen Kabupaten Muara Enim Ira, mengalami cidera di bagian perut dan dada, sehingga membuat sesak pernafasan, karena tidak adanya tim medis di area perlombaan sehingga membuat atelit yang cidera tersebut tidak mendapatkan pertolongan dan mengakibatkan atelit tersebut Pingsan.

Dengan sigap anggota Kepolisian yang tengah bertugas pengamanan di lapangan area tempat dimana pertandingan Voli Pasir diselenggarakan, membawa atelit dengan menggunakan mobil patroli patwal ke puskemas terdekat.

Hal mengejutkan dialami, setibanya di Puskesmas Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan, anggota polisi yang membawa atelit yang cidera tersebut tidak menemukan adanya perawat ataupun petugas medis yang berjaga di Puskesmas 24 Jam itu.

Junai, Kepala Puskesmas Banding agung Oku Selatan, saat di konfirmasi media ini mengatakan bahwa petugas Puskesmas sedang pulang semua dan yang tersisa hanya petugas jaga keamanan saja,

“Mungkin Sudah pulang mas,ada satpamkan disana,”kata Kepala Puskesmas Banding Agung singkat.

Kepala Kontingen Kabupaten Muara Enim Firhat melalui Sekretarisnya mengatakan sungguh sangat miris melihat kinerja Panitia Porprov Ke-XIII Oku Raya tepatnya di area danau ranau Oku Selatan ini,dan kinerja pihak Puskesmas 24 Jam Banding Agung, mestinya tim medis dan ambulans di siagakan di setiap area perlombaan namun Kenyataannya tidak ada sama sekali petugas medis dan Mobil ambulans di arena perlombaan saat kejadian tersebut.

“Nyaris saja atelit Kita mengalami kejadian yang sangat fatal atas keteledoran dan ketidak siaganya para petugas medis,.”ujarnya.

Ocha juga berharap agar Bupati Oku Selatan dapat mengevaluasi kinerja petugas medis baik yang bertugas di lapangan maupun petugas medis yang ada di Puskesmas 24 Jam Banding Agung.

“Untung saja pihak kepolisian dari Polres Oku Selatan dengan sigap membantu sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.”ucap Ocha.

Selepas dari Puskesmas 24 Jam Banding Agung,Pasien kemudian langsung di rawat dan di beri oksigen oleh tim medis yang dibawa sendiri oleh kontingen Kabupaten Muara Enim.

Laporan : Denni Kristian





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *