INDOSIBER.ID – Sebuah kisah yang menceritakan tentang semangat besar seorang pemuda dari daerah terpencil dipelosok timur yang ingin menciptakan perubahan dalam kehidupannya. Maklum saja, di desa tempat tinggalnya tidaklah banyak memberikan peluang. Berbeda dengan kehidupan kota yang serba-serbi, penuh tantangan dan menjanjikan. Inilah kisah seorang pemuda yang berasal dari sebuah Kabupaten Belu sebuah daerah dipelosok Timur Indonesia
Ketika ditemui media disela Uji Kompetensi Wartawan Fisip UMJ, Willi Nafie menceritakan pengalaman hidupnya yang keras dan penuh tantangan
“Minimnya fasilitas di pedesaan membuatku sulit untuk mengembangkan bakat-bakat yang kumiliki. Suatu hari aku memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung kelahiran. Aku merantau seperti kebanyakan yang dilakukan orang lain. Kali ini aku memilih untuk tinggal di kota Surabaya sekaligus mencari pekerjaan. Karena tidak banyak membawa bekal saya bertekad naik kapal hewan menuju Surabaya”.
Bermodalkan uang seadanya, bro Willi sapaan akrabnya memulai hidup di Kota Surabaya dan bekerja apapun mulai dari Semir Sepatu, Kuli Panggul barang Cina dan menjadi penjaga malam. Kehidupan sebagai orang Timur yang keras telah dilalui mulai dari berkelahi, mabuk – mabukan hingga melakukan pencurian.
“Jika mengingat kehidupan dahulu yang keras, saya terkadang masih sering meneteskan air mata, dahulu saya hampir tiap malam mabuk – mabukan, melakukan pencurian dan kehidupan kelam lainnya banyak kulalui”. Ungkap Bro Willi
Ditambahkannya “Perubahan kehidupan saya terjadi ketika suatu saat saya ketemu seorang pendeta di Gereja. Di sanalah menjadi titik balik dalam kehidupan saya untuk berubah menjadi lebih baik, sejak pertemuan tersebut saya mulai rajin beribadat ke Gereja, dan mulai timbul keinginan untuk kembali melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi hingga akhirnya menemukan tambatan hati yang sekarang menjadi istri. Ungkapnya sembari tersenyum







