INDOSIBER.ID – Salah satu ciri bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan adalah menjunjung tinggi nilai gotong royong yang merupakan nilai-nilai asli Nusantara yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam lingkungan budaya etnik se-Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Wasito salah warga kelurahan Pasar 1 kecamatan Muara Enim kabupaten Muara Enim pada saat warga gorong-royong dalam penggalian kubur dimana ada salah satu warga yang meninggal dunia di Pelitasari Muara Enim, Jumat(11/11/22).
“Nilai-nilai gotong-royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem nilai budaya bangsa, perlu dilestarikan secara berdaya guna serta berhasil guna untuk memperkuat integrasi sosial masyarakat di kelurahan dimana tempat kita berada untuk memperkokoh kehidupan yang bermasyarakat khusnya di kelurahan Pasar 1 ini,” kata Wasito
Ditambahkannya, bahwa kita akan dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, penuh kekeluargaan dan bahu membahu dalam membangun kehidupan bermasyarakat baik itu dalam kegiatan sosial, keagamaan, suka maupun duka, ujarnya.
Senada dengan ketua karang taruna kelurahan Pasar 1 Ari Wibowo, ia mengatakan kearifan nilai-nilai budaya lokal dalam aspek gotong-royong dapat dikembangkan hingga menjadi potensi dalam pelaksanaan kegiatan yang positif.
“Dan Alhamdulillah sampai dengan detik ini warga kelurahan Pasar 1 khususnya di Pelitasari ini kehidupan bergotong- royong masih sangat kental baik untuk kegiatan sosial atau pun suka-duka terbukti warga disini ikut berpartisipasi,”
“Untuk memanfaatkan kegiatan hal positif dalam bergotong royong tersebut didukung dengan peningkatan sumber daya manusia, begitu juga organisasi karang taruna serta masyarakat sebagai mitra pemerintah, diharapkan mampu menjadi motor perubahan dalam hidup bergotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat,” pungkas Ari.
(Redaksi)







