Indosiber.id – Bekasi Kota – Musyawarah antara pedagang ayam potong pasar Atrium Pondok Gede dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi yang di ikuti kurang lebih 20 orang untuk mendengar keluhan dari para suplayer dan pedagang ayam potong yang dilaksanakan di Ballroom Atrium Pondok Gede,Jumat,(23/06/2023).
Musyawarah tersebut di pimpin oleh Ibu Nurbaiti selaku Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustrian,yang turut dihadiri oleh Namar dari Dinas Ketahanan Pangan,Eko Sujatmiko Bagian analis perdagangan Kota Bekasi,AKP Pardiman Waka Polsek Pondok Gede,AKP Hatta Ismianto SH Kanit 2 IK Polres Metro Bekasi Kota,Wasri Ka Unit UPTD Pasar Pondok Gede,Suripto als Dagul Produsen/suplayer ayam Pasar Atrium Pondok Gede,Yanto Produsen/ suplayer ayam potong pasar Pondok Gede dan Perwakilan pedagang ayam pasar Atrium Pondok Gede.
Dalam sambutannya Ibu Nurbaiti Ibu Nurbaiti Kota Bekasi menyampaikan.
“Saya selaku kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Kita berkumpul disini dalam rangka untuk membahas permasalahan saudara yang dialami mengenai harga ayam potong,Kondisi saat harga ayam naik karena dipengaruhi harga produksi ayam yang disebabkan kebanyakan ayam kita di datangkan dari luar negeri atau import,Hal kenaikan tersebut dipengaruhi ekonomi global semoga kedapann perekonomian kita membaik sehingga harga ayam potong bisa stabil lagi,Kesimpulannya dari pertemuan ini kita harus menyikapi dengan bijak dan semoga situasi dapat kondusif.” ujarnya.
Sedangkan Namar dari Dinas Ketahanan Pangan mengatakan.
“Saya dari dinas ketahanan pangan terima kasih kepada yang sudah hadir dalam kegiatan pertemuan ini,Persoalan daging ayam mahal disebabkan karena biaya produksi meningkat baik dari vitamin maupun biaya pakannya.” ucapnya.
Waka Polsek Pondok Gede AKP Pardiman yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan.
“Hari ini kita mengadakan pertemuan untuk membahas permasalahan harga ayam potong hal ini kita harus menyesuaikan harga di lokasi pasar yang lain,Tolong rekan pedagang ayam silahkan harus bisa melihat sikon dan hal ini dapat dikomunikasikan dengan pihak konsumen baik pedagang pecel ayam/ lele agar stabilatas perekonomian dan keamanan diwilayah Pondok Gede bisa terjaga.” jelasnya.
Ditempat yang sama AKP Hatta Kanit 2 IK Polres Metro Bekasi Kota menjelaskan dalam sambutannya.
“Bahwa pada intinya terjadinya mogok berjualan disebabkan karena harga ayam tinggi,Saya mengerti maksudnya para pedagang malakukan aksi mogok dengan tujuan agar para konsumen tahu bahwa harga ayam potong naik.” ujarnya.
AKP Hatta Kanit 2 IK Polres Metro Bekasi Kota menambahkan.
“Kenaikan harga ayam tersebut bukan hanya diwilayah kita saja namun sdh nasional semoga dengan adanya pertemuan ini Dinas perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi bisa menyampaikan ke tingkat pusat agar harga ayam potong dapat kembali normal .Saya harap meskipun melakukan aksi mogok tetapi harus tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut perwakilan
Produsen ayam potong Suripto menyampaikan.
“Sebenarnya mengenai kenaikan harga ayam kita sudah jelaskan kepada para pedagang.Kensikan tersebut dari sebelum lebaran namun sampai saat ini harga ayam masih bertahan,dalam kurun waktu sebulan ini kita tdk ada pasokan ayam lokal makanya kita ngambil dari daerah luar otomatis menambah anggaran untuk transfortasi dan belum juga ada penyusutan timbangan berat ayam.” ujarnya.
Produsen ayam potong Suripto juga menambahkan.
“Kita baru kali ini para pedagang ayam pasar pondok Gede tidak mampu untuk berjualan dikarenakan mengalami kerugian.” ucapnya.
Salah satu perwakilan lainnya Yanto Produsen/ suplayer ayam potong menjelaskan.
“Para pedagang ayam melakukan mogok ayam berjualan karena harga naik sebelum lebaran hingga saat ini.Kami selaku pedagang sebenarnya tidak mau mogok karena dalam waktu 2 bulan kami berjualan mengalami kerugian dan para konsumen sampai saat ini tidak percaya bahwa pedagang mengalami kerugian,kami melakukan aksi mogok berjualan agar konsumen percaya bahwa dengan harga ayam yg saat ini Kami mengalami kerugian.kami sangat berterima kasih kepada Dinas sdh dapat membantu untuk menyelesaikan hal ini.” pungkasnya.







