INDOSIBER.ID – Adanya polemik yang terjadi di arus bawah terkait adanya dugaan perekrutan tenaga kerja titipan dari beberapa oknum pejabat maupun dugaan oknum orang kuat ke PT Gelumbang Agro Sentosa (GAS), serta adanya dugaan pengumuman hasil tes dari PT GAS yang hanya formalitas tersebut, Manager Legal PT Gelumbang Agro Sentosa (GAS ) Toa Sagala, membantah adanya dugaan seperti itu hingga menjadi polemik ditingkat arus bawah masyarakat, karena PT GAS yang baru dibangun ini tentunya dalam merekrut tenaga kerja berdasarkan formal dan sesuai presedur yang ada, dan mana yang memenuhi kualifikasi kami terima.
Lanjutnya, bahwa terkait perekrutan tenaga kerja dari PT GAS memang diprioritaskan untuk wilayah ring satu yakni dua wilayah yakni Desa Sukamenang dan Gelumbang, namun semuanya itu terkait perekrutan tenaga kerja hasilnya nanti kita lihat,”ungkap Manager Legal PT GAS saat hadir di Musrenbang Kecamatan Gelumbang Kamis (13/01).
Awak media mengkonfirmasi adanya perekrutan tenaga kerja dari luar wilayah dan hasil tes yang diumumkan hanya sebatas formalitas saja tersebut, Manager Legal PT GAS berdarah Batak ini, mengutarakan, bahwa kalau soal detilnya saya tidak tahu percis dan saya sebatas Legel dan itukan beda divisinya namun kita lihat hasilnya nanti apakah mereka ring 1 lokal atau luar lokal, serta kita jelaskan untuk kebutuhan tenaga kerja sebetulnya tidak banyak dan ini sebenarnya yang menjadi polemik bahwa orang berpikir perusahaan kebutuhan nya sangat banyak, padahal yang dibutuhkan hanya seratus plus minus saja untuk perusahaan dan semua seratus orang yang dibutuhkan itu sudah skil dan non skil.
“Perusahaan hanya butuh seratus plus minus tenaga kerja saja dan prioritas bagi warga ring satu, serta terkait beberapa jenis pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan, karena saya di bidang hukum dan bukan orang pabrik dan semua itu nanti kita dalami lagi,” ungkap Manager Legal PT GAS.
Ditambahkan nya lagi, bahwa terkait adanya persentase data tenaga kerja orang luar daerah ring 1 dan orang ring satu, bahwa data itu saya tidak pegang, namun tetap kita usahakan dan mengupayakan tenaga lokal lebih banyak dan perusahan juga jika diminta seratus persen tenaga kerja lokal semua kita tidak mampu karena perusahaan memang butuh yang punya skil yang bekerja di PT GAS, dan juga yang non skil tentunya nanti kita bina untuk jenjang karir di sana dan pada saatnya nanti kita bisa pakai seratus persen tenaga lokal,” tambah Manager Legal PT GAS , yang mengklaim punya kebun sawit sendiri di R6B dan juga nantinya PT GAS juga menerima buah sawit dari petani lokal.
Laporan : Junai







