Saat Antar Pasien ke Rumah Sakit, Ambulance Desa Mogok di Tengah Jalan

  • Whatsapp

INDOSIBER.ID – Miris, saat melihat kejadian di desa Ulak Bandung kecamatan Ujan Mas kabupaten Muara Enim yang mana seharusnya mobil ambulance cepat sampai kerumah sakit namun terhambat saat antar pasien kerumah sakit, tiba tiba ambulance nya mogok di tengah jalan, hal itu yang dialami keluarga pasien Evi pada dan harus pindah ganti mobil angkutan umum, Selasa sore (28/6/22).

Kakak pasien yang sekaligus sopir yang enggan di sebutkan nama nya ambulance itu mengungkap rasa kecewa kepada pemerintah Desa, yang mana seharusnya mobil ambulance itu harus siap 24 jam dalam keadaan sehat-sehat dan untuk mengakut pasien kerumah sakit namun sayang mobil tersebut di bisa di gunakan dengn layak.

Bacaan Lainnya

Sangat miris, masa mobil yang baru belum genap 3 tahun tapi lah mogok, bensin dak katek ( tidak ada bensi) kalu mau di hidup kan harus dorong dulu. Saran dari kami mobil ambulance selalu siap kalo bisa di penempatan mobil ambulance nya di Puskesmas biar tenaga kesehatan nya bisa melengkapi apa yang kekurangan dari ambulans itu” cetus kakak pasien.

Ia juga menambahkan kalau mobil ambulance itu di pergunakan sebagai mana fungsi nya dan di rawat sebaik-baik nya mengingat keperluan masyarakat yang mendadak bukan di rencanakan.

“Mobil juga seharusnya di pergunakan sebagai fungsinya jangan di pergunakan di luar angkut pasien dan di rawat agar mobil ambulance itu sehat terus pas mau di gunakan tidak ada kendala” pungkasnya kepada media

Kepala desa Ulak Bandung Nopiansyah S.pd saat di konfirmasi melalui what’sapp masalah ini ia hanya menjawab dengan singkat ” siapa yang bawa nya” ungkap kades

Beda hal yang di ungkapkan kadin PMD kabupaten Muara Enim ia sangat menyayangkan soal kejadian ini ia akan menkonfirmasi langsung kepada kepala desa dan ia juga menjelaskan bahwa aturan prinsip perawatan mobil ambulance itu sudah dianggarkan setiap masing-masing desa melalui APBD.

“Prinsipnya anggaran untuk perawatan mobil ambulan desa dianggarkan oleh masing- masing desa di APBD desa. termasuk untuk operasional sopir dan para medisnya. untuk kejadian ini akan kami konfirmasi lebih lanjut dengan kades tersebut” ungkap Rusdi melalui pesan WhatsApp nya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh kepala desa agar bisa memanfaatkan fungsi mobil ambulance sebagaimana mestinya.

“Ini menjadi perhatian para kades agar dapat memfungsikan kendaraan tersebut sesuai peruntukannya dan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” pungkas kadin PMD.

(Ril)





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *