Praja Jogja Gelar Gebyar Musik Indonesia Campursari 120 Jam Non Stop Pecahkan Rekor Dunia dari Muri

  • Whatsapp

Indosiber.id – Jakarta – Praja Jogja (Paguyuban Masyarakat Jogjakarta) berkolaborasi dengan BANHUBDA DIY mengelar Gebyar Musik Indonesia Campursari 120 Jam Non Stop pecahkan Rekor Muri dan Rekor Dunia untuk Pentas terlama,yang diselenggarakan dari tanggal 29 Oktober 2023 jam 20.00 WIB dan berakhir pada tanggal 3 November 2023 jam 20.00 WIB selama 5 Hari 6 Malam, bertempat di Pendopo Anjungan Jogjakarta,TMII,Jakarta Timur,Jumat,(03/11/2023).

Dalam pergelaran gebyar musik Indonesia Campursari tersebut diikuti beberapa grob Campursari Nawantara antara lain Cs SSCI Pimpinan H.Sukidi,Cs Praja 1 Komisariat DKI Jakarta Pimpinan Lesmono,Cs Praja 2 Komisariat Bali Pimpinan Lesmono, Campursari Basudewa Pimpinan Wisnu,D-Puspa Pimpinan Teguh,Campursari BBS Pimpinan Narto,Praja 3 Komisariat Riau Pimpinan Lesmono,Praja 4 Komisariat Banten Pimpinan Lesmono,Handayani Karawitan Pimpinan Wargono dan Yanti,Cs Suko Kawedar Pimpianan Pimpianan Mbah Joe,Mawarkapas Paliyan Pimpinan Sunarto,Praja 5 Komasariat Riau Pimpinan Lesmono,Pancaran Sinar Purworejo Pimpinan Basrowi,Manggolo Budoyo Campursari Pimpinan Djarot Sumanianto, New Amanda Entertainment Pimpinan Daryono,Sanggar Madurasari Depok Pimpinan H.Sunaryo,S.Ip,M.Si, Sanggar PGB Praja Jogja Pimpinan Parsan dan Warseno,Cs Tombo Ati Pimpinan Kyai Darsono dan Kyai Afwan Riyadi,Praja 6 Komisariat Bekasi Raya Pimpinan Lesmono, Praja 7 Komisariat Bogor Pimpinan Lesmono,Vimayo Entertainment Pimpinan Esty dan Barto, Pandji MS Project Pimpinan Pandji,Sinar Abadi Musik Campursari Pimpinan Mbah Mojo,Praja 8 Komisariat Lampung Pimpinan Lesmono,Jampi Sayah Pimpinan Lesmono,Kisah Kasih Budaya & Roro Jonggrang Pimpinan Yuli,PJT (Paguyuban Jawa Tengah) Pimpinan Tulus Widodo,ST, dan Pasendawa (Paguyuban Seni dan Budaya Jawa) Pimpinan Tulus Widodo.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta Agus Priyono,M.Sc dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,Kepala Banhubda DIY Nugroho Ningsih,S.Ip dan tampak hadir juga para tamu undangan dari Keluarga Besar Bapak Mantos Mbak Deni dan Bude Toni,Paguyuban Jawa Tengah Bapak Leles Sudarmanto,Mayor Jenderal TNI (Purn.) Drs. Hendardji Soepandji, S.H,Marsekal Madya TNI (Purn.) Daryatmo, S.IP.,Bapak Broto,dan para tamu tamu dari lintas paguyuban.

Muri memberikan Piagam Pemecahan Rekor Dunia Campursari Pentas terlama dengan no 11373/R.Muri/10 XI Tahun 2023 “Pergelaran Non Stop Campursari Terlama Dunia” yang diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Mesum Rekor Indonesia kepada Perwakilan dari Pemerintahan DI Yogyakarta yang diterima oleh Agus Priyono,M.Sc dan Ibu Nugroho Ningsih,S.Ip, juga Kepada Maestro Campursari Almarhum Mantos yang diwakili oleh Bude Toni dan kepada Sastro Hardianto Ketua Paguyuban Masyarakat Jogjakarta (Praja Jogja) yang juga sebagai Ketua Panitia Acara Gebyar Musik Indonesia Campursari 120 Jam tersebut.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Drs. Hendardji Soepandji, S.H yang pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer periode 2006-2007 yang ikut hadir saat di wawancara oleh para awak media menyampaikan tentang kegiatan Pergelaran Campursari 120 jam tersebut di lakukannya secara maraton,karena budaya itu memiliki aspek yang luas sehingga kalau budaya itu hanya disiarkan hanya satu,dua jam itu tidak ada efeknya.

“Kalau ini kan 120 Jam itu menjadi suatu yang luar biasa, sehingga itu menjadi suatu kebiasaan,Saya berharap menjadi suatu kebiasaan menjadi hebat semua masyarakat Indonesia. Jadi budaya itu luas sekali, Baju itu bagian dari budaya, Kuliner juga bagian dari budaya,seni juga bagian dari budaya dan kalau budaya itu di hedor kan, Undang Undang cipta kerja itu tidak perlu lagi,langsung lapangan pekerjaan itu tercipta dengan sendirinya.Sehingga saya berharap semacam ini di ikuti oleh anjungan anjungan yang lain, melakukan kegiatan sosialisasi budaya,sosialisasi Undang Undang No 5 tahun 2017 seperti yang di lakukan Anjungan Yogyakarta.Selamat untuk Anjungan Yogyakarta, Saya Apresiasi luar biasa dan harapannya budaya itu menjadi keseharian masyarakat Indonesia, Karena budaya itu mempersatukan apalagi di Musim Pilkada Pemilu ini harusnya jadi perekat,ini menjadi perekat Bangsa, jadi saya apresiasi dengan kegiatan ini.”ujarnya.

Pada acara Campursari 120 Jam pecahkan Rekor Muri tersebut juga hadir juga Marsekal Madya TNI (Purn.) Daryatmo, S.IP. yang pernah pimpin Basarnas di tahun 2012 Putra kelahiran Wonogiri Jawa tengah.

“Yang jelas pak,Saya sebagai Warga Jawa Tengah yang di Jakarta, Saya berasal dari Wonogiri itu sangat memberikan apresiasi terhadap acara ini,banyangkan acara ini kan berangkat dari komitmen dan kesungguhan orang orang perantauan Jawa Tengah dan Yogyakarta yang ada di Jakarta,tidak banyak yang seperti ini.Karena itu kita semua harus mendukung karena itu saya hadir malam ini.Untuk pengembangannya menurut saya tidak bisa lepas dari peran Pemerintah, Pemerintah itu kan punya Dinas Pariwisata selain pemerintah tentu pengiat seni juga tapi kegiatan seni sendiri,tanpa dukungan dari pemerintah juga tidak bisa apa apa dan ini sebenernya tanggung jawab pemerintah,kita kita ini kan hanya orang orang yang rela saja,karena kecintaan,karena kita hobi, karena kita kesenangan dengan seni ini aja.Ini Muri yang pertama,ya nanti kedepan kita akan mencari momentum yang memungkinkan yang tidak jauh jauh dari masalah Budaya. Budaya ini kan termasuk kearifan lokal inikan suatu anugerah dari Tuhan yang Maha Esa,nah kita menghadapi Globalisasi dan perkembangan teknologi jangan kemudian kearifan kearifan lokal seperti ini menjadi kalah, itulah sebabnya perlunya peran pemerintah, contoh kita diplomasi diplomasi Budaya itu kurang terutama berangkat dari seni budaya tradisional seperti ini,bayangkan kalau kita membawa Gamelan ke Jepang,kan warga Jepang akan senang juga,kalau ini tidak di lakukan oleh pemerintah kan kita juga agak berat, karena menyangkut pendanaan dan sebagainya. Intinya kita kita ini hanya orang orang yang menyenangi seni dan sebagainya, dan kalau seni budaya ini berkembang dengan baik, kita menjadi senang dan bangga dan ingat yang namanya seni ini ekspresi dan nilai Budaya.Ekspresi nilai budaya Indonesia, sedangkan Budaya itu mengkristal yang namanya Pancasila untuk acara seperti ini kedepan sosialisasinya, sehingga para perantau perantau yang di Jakarta,kita info pasti mereka akan datang yang pertama, yang kedua kedepannya lebih banyak peran pemerintah,”imbuhnya.

Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah KRT Drs H Leles Sudarmanto, MM, MBA saat diminta keterangan terkait kegiatan tersebut menyampaikan.

“Ini sudah saya pantik setahun yang lalu,dengan 100 Jam Nonstop di Wonogiri, pelaksananya Mas Sastro, kebetulan produsernya orang Pak Lari, Pak Sularto didepan Kabupaten Wonogiri,ini di naikkan menjadi 120 jam dan saya peduli Campursari itu dari 2003,Ada Campursari Kladakkridik, ada campursari di TVRI 3 tahun itu, saya sebagai produser yang mengawinin Kopat Lesus dan artis artis pelawak indonesia, sebab itu saya tidak asing lagi hal seperti ini, dan Mas Sastro ini team saya, di IO saya di luar,oleh sebab itu di Yogyakarta dengan Jawa Tengah selalu beriringan untuk mengerakkan, bagaimana Seni Budaya Wong Jogja dan Wong Jawa Tengah khususnya,kami yang mengelola masyarakat Jawa Tengah sejagat ini, kami terus lakukan tidak hanya ini.Malam ini juga ada Wayang Kulit anak kecil, itu saya juga pembina Pempadi Sedki,jadi saya termasuk penyemangat dan pendorong dan pelaku mencarikan order order, saya sudah lakukan sejak lama hal seperti ini,Jadi kehidupan Campursari itu,bagi saya adalah salah satu cara membudayakan Bahasa Jawa mendunia luar biasa,dengan adanya Mas Didi Kempot bawa Jawa campuran Indonesia, anak muda sekarang histeris dengan campursari, itu adalah hal hal yang positif bagi kita, untuk menyelaraskan ini bagi saya.Ini yang menutup acara adalah Paguyuban Campursari Jawa Tengah yang saya instruksikan, saya membawa Jendral Dua ini supaya acara panjenengan itu lebih sukses,Kalau saya di ajak dari nol lebih hebat lagi,Karena artis artis Jakarta itu kolaborasi dengan saya sudah hal yang biasa,Ini juga perlu sinergi dengan pelaku dan juga pemerhati pelaku Budaya budaya lain.”jelasnya.

Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Yogyakarta (Praja Jogja) Sastro Hardianto yang juga sebagai Ketua Panitia acara,mengatakan tentang maksud selenggarakan acara gebyar musik Campursari tersebut dalam rangka diinisiasi ekonomi, juga dalam rangka untuk mendedikasikan dan menguatkan antara sesama seniman dan seluruh elemen pendukung kesenian.

“Harapannya dengan ikut-ikut seperti ini, bisa memacu kolaborasi memacu sinergitas, juga menjadi kekuatan nilai-nilai budaya rukun,yang sering kita dengung-dengungkan itu, terlibat di 3 event seperti ini,dulu di Jogja di Gunung Kidul 90 jam Nonstop, kemudian di Wonogiri itu 100 jam Nonstop,sekarang kita gelar hari ini 120 Jam pentas, pemecahan Rekor Muri,”ujarnya.

Sastro Hardianto juga mengatakan kedepannya akan membuat seminar yang harapannya nanti bisa menerbitkan yang disepakati oleh para pihak para profesional akademisi dan para pemerhati budaya supaya Campursari ini nanti punya paugeran atau punya Undang-undang sendiri.

“Semoga campursari ini tetap Lestari, yang pengembangannya pun tetap berjalan, silahkan dengan kreasi yang baru, tapi harus ada batasan-batasan, hari ini kita sudah mendapatkan banyak dukungan artinya walaupun apa sektor seni budaya kita sudah, untuk kedepannya ya namanya lebih lebih baik lagi, lebih lebih kuat lagi,dan apa terus continue, kalau udah bawa campursari ini,bukan bukan musik yang ecek-ecek sudah menjadi bagian dari kehidupan pelaku seninya,menjadi manfaat bagi keluarganya, sehingga ini juga menjadi profesi bagi sebagian orang yang punya skill di dunia seni itu,”ucapnya.

Salah satu panitia Campursari 120 Jam Non Stop Fery Suharto kepada awak media mengharapkan acara seperti ini harus dilestarikan.

“Acara hari ini saya mengharapkan yang namanya budaya jawa harus dilestarikan.Jadi saya mengharapkan dari kita temen temen wartawan bagaimana kita bisa memajukan dan melestarikan demi kebaikan seni budaya yang ada.” pungkasnya.

Kegiatan pergelaran Gebyar Musik Indonesia Campursari 120 Jam Non Stop dalam rangka memecahkan Rekor Muri tersebut juga di isi dengan berbagai stand stand makanan dan minuman kuliner asal Jawa seperti Gudeg,Mie Jowo,Sugo Kucing,Jamu,dan sebagainya.acara ini juga di siarkan secara life oleh 3 Channel Youtube antara lain PWKS Jabotabek Channel,Praja Jogja Channel,dan Banhubda DIY Channel yang di dukung oleh Dana Keistimewaan,Digi U,dan PT.Indopsiko Indonesia.





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *