Preswil Sumsel BEM PTAI Se- Indonesia, Berikan Raport Merah Atas Satu Tahun Kepemimpinan HDCU

  • Whatsapp
M. Thoriq Hadisalam, Preswil Sumatera Selatan BEM PTAI Se-Indonesia

INDOSIBER.ID – Dalam rangka refleksi satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Cik Ujang (HDCU) , mendapat atensi serius dari kalangan mahasiswa sekaligus putra daerah.

Presiden Wilayah Sumatera Selatan BEM PTAI Se-Indonesia, M. Thoriq Hadisalam, menyampaikan Satu tahun pemerintahan HD-CU bukanlah waktu yang singkat untuk mulai menunjukkan arah kebijakan yang progresif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Namun, berdasarkan hasil pengamatannya, thoriq menegaskan terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian serius dari berbagai aspek.

Bacaan Lainnya

Mulai dari aspek pemerataan kesejahteraan, angka pengangguran yang tidak menunjukkan perubahan serius, hingga aspek lambatnya realisasi infrastruktur daerah.

Dalam pernyataannya, Thoriq menilai masih terdapat ketidakefisienan dalam realisasi program daerah dari aspek penciptaan lapangan kerja .

“Dilihat dari data Badan Pusat Statistika (BPS) Sumatera Selatan tercatat bahwa hasil perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari Agustus 2025 hingga terkini (November 2025) hanya menunjukkan di angka 0,10%. Pemerintahan HD-CU belum menunjukkan perubahan serius dan dinilai abai dalam menjalankan tugasnya” Tegasnya.

Pun menurutnya, lambatnya realisasi Infrastruktur jalan khusus angkutan batubara menjadi keresahan masyarakat akan solusi yang di janji-janjikan pemerintah.

“bahwa persoalan angkutan batubara yang melintasi jalan umum telah berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, mulai dari kemacetan panjang, kerusakan jalan, meningkatnya angka kecelakaan, hingga gangguan aktivitas ekonomi warga.

Komitmen pembangunan jalan khusus batubara digadang-gadang menjadi solusi permanen untuk mengakhiri polemik tersebut. Namun, hingga satu tahun terakhir, realisasi proyek tersebut dinilai belum berjalan optimal dan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat terdampak” Lanjutnya.

Preswil Sumatera Selatan BEM PTAI Se-Indonesia juga menegaskan bahwa kritik ini bukanlah bentuk oposisi semata, melainkan wujud kepedulian mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah.

“Apapun yang dari rakyat akan kembali rakyat dan harus di kembalikan” tutupnya. (Ril_Preswil BEM PTAI Sumsel)





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *