Karya Fatima Aurelia Putri,
Dosen pengampu : Mazda Leva Okta Safitri M,Pd., Dwi Cahaya Nurani M,Pd.
Fakultas : FKIP PGSD Universitas Sriwijaya Palembang.
INDOSIBER.ID – Seperti yang kita ketahui dengan seiring berkembangnya zaman teknologi informasi juga ikut berkembang dengan pesat. Salah satu dari banyaknya kemajuan teknologi informasi adalah dengan adanya internet. Dengan adanya internet memudahkan pengguna dapat mengakses sumber informasi dari belahan dunia manapun. Tentu saja internet juga digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan berbagai informasi ataupun referensi yang berkaitan dengan proses pengajaran dan pembelajaran.
Di Era Digital seperti saat ini sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘Social Media’ yang merupakan sebuah wadah untuk menampung karya-karya kreatif para generasi milenial. Tentu saja ada begitu banyak platform yang banyak digunakan oleh para generasi milenial untuk mengekspresikan dirinya melalui postingan-postingan kreatif disosial medianya.
Peran teknologi digital sangatlah besar seperti dari segi kreativitas, edukasi bahkan hanya sekedar mengikuti trend yang ada. Media informasi dan teknologi telah menjadi komoditas utama dalam interaksi manusia yang berbasis modernisasi. Kemudahan mengakses media informasi dan teknologi telah menjadi salah satu faktor yang paling mempengaruhi berbagai kalangan termasuk siswa atau remaja.
Berkembangnya teknologi serta munculnya internet dengan segala kecanggihannya membawa perubahan dalam gaya dan kebiasaan manusia sebagai pengguna alat yang canggih tersebut. kemajuan teknologi ini juga mempengaruhi pembentukan karakter seseorang seperti yang terlihat pada kebiasaan yang ditampilkan sehari-hari khususnya pada siswa.
Seperti yang dikemukakan oleh Rahmalah (2019) bahwa karakter bisa terbentuk ketika seseorang berlebihan dalam menggunakan suatu teknologi, misalnya pada penggunaan gadget. kemajuan teknologi ini dapat mengubah seluruh tatanan kehidupan manusia dari perilaku manual menjadi perilaku digital. Banyak pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi ini termasuk moral atau karakter siswa bahkan karakter bangsa.
Penggunaan teknologi yang tidak diimbangi dengan kedewasaan berpikir seseorang dapat menimbulkan sikap konsumtif karena membuat pengguna menjadi ketergantungan dengan teknologi tersebut, seperti penggunaan paket data internet. Penggunaan gadget yang memakai paket data internet membuat siswa menjadi ketergantungan karena jika paket data internet habis, akan menimbulkan keinginan untuk segera mengisi ulang kembali karena gadget sudah dianggap sebagai kebutuhan sehari-hari. Tidak jarang hal ini membuat pengeluaran siswa menjadi lebih besar dari pada biasanya.
Bahkan pada kalangan siswa yang belum memiliki penghasilan cenderung meminta dan memaksa orang tuanya untuk membeli paket data tersebut dengan dalih berbagai alasan. Menggunakan teknologi seperti gadget dengan secara berlebihan juga dapat membuat siswa menjadi tidak acuh, cuek, lengah, dan lupa akan waktu. Banyak siswa yang lupa dengan tugas dan kewajibannya sebagai pelajar.
Tidak jarang pula siswa zaman sekarang menjadi tidak acuh terhadap pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Hal ini pun juga membuat rasa peduli siswa menipis, mereka juga tidak menghiraukan kondisi sekitarnya lagi bahkan tidak peduli terhadap orang lain dan lingkungannya. Akibat dari penggunaan media sosial dan internet membuat mudahnya masuk pengaruh dan budaya asing yang negatif. Budaya tidak baik tersebut sangat mudah masuk dan mempengaruhi karakter dan perilaku siswa sehari-hari dan tidak jarang hal ini menimbulkan krisis moral di kalangan siswa terutama pada masa remaja yang emosinya cenderung labil dan mudah terpengaruh.
Maka dari itu Pendidikan Karakter menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik untuk menemukan cara bagaimana mengajari siswa untuk menavigasi etika di Era Digital.
Para pembuat kebijakan pendidikan juga perlu berperan aktif dalam pengembangan pembelajaran karakter secara digital untuk memastikan penerapan pembelajaran digital yang efektif. Menurut Hamid NC Bani tujuan dari pendidikan karakter ialah, membentuk siswa berfikir secara rasional dewasa dan bertanggung jawab mengembangkan sikap dan mental yang terpuji, membina kepekaan sosial anak dan membangun mental optimis dalam menjalani kehidupan, serta membentuk kecerdasan secara emosional membantu anak didik untuk menjadi pribadi yang penyayang, bertanggung jawab, dewasa, jujur, adil, dan mandiri.
Pembentukan pendidikan karakter juga menjadi hal yang penting di era seperti ini untuk mencegah terjadi masuknya ideologi atau paham-paham yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan adanya kecanggihan teknologi ini, penerus bangsa dapat dikatakan berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai-nilai dan keyakinan yang dikehendaki oleh masyarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidup. Untuk itu ada hal yang perlu pendidik persiapkan dalam menerapkan pendidikan karakter ini, yaitu: 1) Menguasai keterampilan pada digital. 2) Pelatihan pendidikan dan tenaga pendidikan tentang teknologi.







