INDOSIBER.ID – Warga dihebohkan dengan tradisi tahunan yang kembali digelar, yaitu tradisi Pembagian Kue. Berbeda dengan kue pada umumnya yang dibagi rata untuk semua tamu, kue kali ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang terdekat pemilik hajatan.
Kue yang berlapis-lapis dengan total anggaran seloyang bernilai berpariasi ada yang puluhan juta, ratusan juta bahkan sampai Miliaran rupiah, potongannya tidak jatuh ke piring warga biasa. Potongan paling besar, paling empuk, dan paling banyak krimnya, otomatis mendarat di piring keluarga, sahabat dekat, tim sukses, dan rekan arisan.
“Kami cuma kebagian aroma kuenya saja, Pak. Remahannya pun tidak ada,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Syarat Dapat Kue Harus Bawa Selai Pelicin :
Menurut sumber internal dapur, untuk bisa masuk daftar penerima kue, ada syarat tak tertulis yang wajib dipenuhi.
Calon penerima harus membawa “selai pelicin”. Semakin kental dan semakin banyak selai yang dibawa, semakin besar pula potongan kue yang akan didapatkan.
“Kalau tidak bawa selai, jangan harap dapat kue. Jangankan kue, diundang ke acaranya saja tidak,” bisik sumber dapur tersebut.
Selai pelicin ini konon berfungsi agar proses pemotongan kue menjadi lebih licin, mulus, dan tidak seret saat melewati proses pemeriksaan.
Ketua Panitia Pembagian Kue saat dikonfirmasi membantah adanya praktik tersebut.
“Ini fitnah. Pembagian kue kami sudah transparan dan sesuai selera. Soal selai itu, itu adalah bentuk partisipasi sukarela untuk memaniskan kue bersama. Tidak ada paksaan. Kalau kue hanya untuk orang terdekat, ya karena kue ini kami yang buat, terserah kami mau kasih ke siapa,” ujarnya sambil mengunyah kue lapis.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih setia menunggu di depan pagar sambil berharap ada remah-remah kue yang terjatuh.
(Red)





